FOBIA SOSIAL, BAGIKU !
Fobia Sosial , sebelumnya suda saya posting tentang fobia sosial menurut pakar di bidangnya, yaitu seatu penyaki mental entah itu sebagai trauma masa lalu, keturunan atau pengaruh lingkungan sekitar.
Untuk versi saya yang notabenenya termasuk penderita fobia sosial dan juga menginginkan sembuh minimal bisa meminimalisir penyaki tersebut, bentar-bentar gimana kalau penyakit disini kita ganti dengan tantangan dan yang penderitanya kita ganti dengan penantang, gimana ? setujuh ! oke saya angap semua setujuh.
Awal menyadari kalau saya di beri tanantangan fobia sosial kalau tidak salah setelah lulus SMK, cuma gejalanya sudah saya rasa sejak MTs (SMP cuy), dari mulai grogi ketika berhadapan dengan orang lain, gugup pas di atas pangung, jalan di kerumunan orang seperti ada yang mengawasi, merasa menjadi pusat perhatian, cemas, cemas ,cemas sampek terkencing - kencing ehh engak deng cuman becanada, ehm bahkan cemas tentang masa depan, giman ? kebayangkan susahnya.
Efeknya dari kita sulit bersosialisasi, ikut lomba (ikut lomba di joroki jadi terpaksa ) eh gak menang-menang karena nerves grogi bro, sukar mengembangkan diri karena minder, kurang pergaulan, apa lagi soal asmara bro, boro-boro saya ngacirrr duluan, kaburrrrrrrrr gk berani kenalan hehehhe.
Dan semua itu bikin saya kepingin berubah, berubah jadi renger hitam, eh salah berubah menjadi pribadi baru, eh ciyeeee , jadi pribadi yang menyenangkan mudah bergaul dan tentunya yang bahagia
Mulailah yang namanya penantang fobsos (Penderita) ya mau nanya tips-tips supaya sembuh ke orang ya gak berani , akhirnya tanya si embah, embah google, di sana banyak sekali tips,cara ampu, yang saya pelajari saya baca,saya baca lagi, saya baca lagi dan lagi, eh gak berubah -rubah, karena kebanyakan baca engak ada actionya ya gak berubah lah. emang sulap gitu ?
Sampai saat ini, sampai tulisan ini di post, saya punya pemahaman bahwa fobso yang saya tantang ini memiliki pola, yah pola kenapa sampai mucul, pertama yang saya cari sebabnya, contohnya grogi,nyali menciut, malu-malu, dan lainnya, disebabkan oleh rasa cemas berlebih, cemas mengakibatkan pikiran saya berkalkulasi negatif dan akhirnya menyebabkan semu yang akan saya lakukan terhenti karena efek pikiran negatif, sejatinya pikiran positif dan negatif bila di campur akan mengakibatkan kebingungan dan kebingungan tersebut menjadikan kita ragu dalam mengambil keputusan,
Uuntuk kalian yang ingin sembuh atau meminimaliser mungkin bisa di cari penyebabnya, cari penyebabnya satu aja ya, biar fokus untuk mencari cara mengatasinya.
Salam Senyum Pejuang Fobsos.

Belum ada tanggapan untuk "FOBIA SOSIAL, BAGIKU !"
Posting Komentar